Pages

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, August 2, 2011

Kalender 2012


Ahem... aheemmm... seperti biasa, sekitar bulan Juli-Agustus biasanya pemerintah Indonesia sudah mulai merapatkan kapan saja hari libur dan cuti bersama untuk tahun depannya. Jadiii.. pada postingan ini, saya ingin membagikan hasil keputusan bersama beberapa mentri itu... yang tentunya sudah dikompilasi dalam bentuk kalender 2012 :D (bagi yang mau tau surat keputusan bersama aslinya bisa di-download disini)

Silahkan bagi yang perlu kalender 2012, beserta hari liburnya (kali aja ada yang mau berencana liburan tahun 2012 atau nyari tiket murah tahun 2012). Kalender 2012 ini saya buat di Google Documents, silahkan disimpan sesuai keperluan (mau berbentuk file Excel, HTML, Text, Open Office atau PDF bisa dipilih dari File > Download As).

Silahkan diliat disini yah Kalender 2012, kalau ada yang salah mohon dikoreksi :)

*gambar diambil dari http://samenlovl.webfabriek.be

cheers,


signature

Wednesday, January 5, 2011

Ente suka baca komik?


Hari gini siapa sih yang ga tau komik? Komik bisa dibilang udah menjadi bagian dari anak muda zaman sekarang *halah* Komik pun beragam jenis dan pengkategoriannya. Kalau dibagi berdasarkan jenis komiknya ada komik cowo dan komik cewe (biasanya kita kenal dengan nama serial cantik. Gaya penggambaran tokoh/karakter dan isi cerita dari jenis komik ini juga biasanya berbeda dengan komik cowo). Ada juga yang dibagi berdasarkan isi ceritanya, misalnya ada komik yang bertema cinta, petualangan, olahraga, binatang, dan masih banyak lagi.
Terlepas dari beragam jenis komik dan isi ceritanya, keberadaan komik lokal Indonesia juga bisa dikatakan tidak kalah bila dibandingkan dengan komik luar. Cuma agak disayangkan tampaknya agak sulit sekali untuk menemukan komik-komik Indonesia ramai dikerubungi di toko buku, bahkan bisa dibilang agak sulit untuk ditemukan di banyak tempat, mungkin hanya dijual di tempat-tempat khusus saja.
Namun sebuah website yang ditujukan untuk komik lokal ternyata ada loh!! Website itu adalah komikoo.com. Saya juga baru pertama kali ini mendengar sebuah website yang didedikasikan khusus untuk komik lokal (biasanya sih mampir ke onemanga, mangatrader, mangareader, dll). Setelah melihat-lihat beberapa komik disana, menyenangkan juga bisa membaca komik asli buatan orang Indonesia. Ada sentuhan tersendiri khas Indonesia yang dibawa dalam sebagian komik yang ada. Jangan kuatir, koleksi komik di Komikoo juga cukup banyak (kalau dilihat dari informasi websitenya sudah berdiri dari tahun 2008 loh). Nah bagi kamu yang suka baca komik di Komikoo, ada nilai tambah juga buat kamu... kamu bisa mengumpulkan KomiPoint (KP), dan bagi top member tiap bulan akan mendapatkan uang Rp. 200.000,- dari Komikoo, seru kan? Yuks mari kita dukung komik Indonesia, salah satunya lewat Komikoo, tapi jangan cuma ngejar hadiah duitnya aja ya :) Kita juga harus bisa apresiasi hasil karya komikus Indonesia. Maju terus komik Indonesia!

Cheers,
/pandu

Friday, October 8, 2010

KOSMOSARYA: Get Lost!

Artikel ini saya dapat dari blog Mas Arya, semoga bisa memberi inspirasi bagi kita yang masih bangga sebagai bangsa Indonesia :) Enjoy...


Ah, sudahlah.

Mendengar keluhan-keluhan tentang Indonesia membuat saya letih. Tapi mendapati kehebatan dan kelebihan negeri ini juga ternyata lebih melelahkan.

Sebuah bangsa yang katanya besar. Negeri yang diciptakan Tuhan sambil tersenyum. Zamrud khatulistiwa yang terbentang sepanjang 3.977 mil antara Samudera Hindia dan Pasifik. Yang konon memiliki daratan sepanjang 1.922.570 km², dengan 3.257.483 km² panjang perairan, 95.181 km garis pantai, punya 17.504 pulau, lebih dari 53 gunung, 500 lebih suku, 742 bahasa daerah, lebih dari 300.000 spesies liar, 515 jenis mamalia dan 1.539 jenis burung, bahkan dari semua jenis ikan yang ada di dunia 45%-nya ada di Indonesia, dan tentu saja 240 juta penduduk.

Tapi kenapa begitu sulit “menjual” bangsa ini? Kenapa tidak bisa kita leluasa menikmatinya? Kenapa begitu susah menjadi orang senang di sini? Dan kenapa begitu senang kita jadi orang susah?

Sewaktu Malaysia mengakui batik dan tari pendet sebagai kebudayaannya, kita semua kebakaran jenggot. Lalu terbirit-birit mematenkan. Tapi kok saya pesimis, tidak banyak yang rakyat kita bisa dapatkan dari usaha itu. Paten ya tinggal paten. Pengakuan di atas kertas. Dan tidak signifikan mengurangi antrian pembagian zakat.

Jika Malaysia memroduksi batik berkualitas secara masif – lalu cukup menyantumkan tulisan Batik Indonesia pada labelnya – yang makmur yaa tetap rakyat Malaysia. Para pengusahanya, pekerjanya, distributornya, reseller-nya, penjual kain dasarnya, produsen lilinnya, produsen pewarnanya, perusahaan listrik dan airnya, mbak-mbak penjaga tokonya.

Kalau negara tetangga membuat pertunjukan Tari Pendet di festival pariwisata mereka, tentu saja nama Indonesia ada tertera kecil-kecil di brosur meja depan. Tapi yang kebagian rezeki yaa tetap panitianya, pemerintahnya, pemilik toko cenderamatanya, penjaga parkirnya, tukang kacang rebusnya, calo karcisnya – kalau ada hehe. Pendapatan mereka bertambah, tapi kita tidak. Karena rakyat kita tidak kebagian royalty sepersen pun.

Kenyataan ini yang membuat saya letih. Bahwa kita tidak bisa berbuat banyak atas itu.

Maka pada satu malam, saya brainstorming bersama 3 orang rekan. Di tempat nongkrong yang biasa, minum kopi yang biasa, situasi yang biasa. Yang tidak biasa cuma aturannya: kita berempat tidak boleh mengeluh.

Temanya: bagaimana memasarkan Indonesia. Lalu bagaimana menjadikannya bermanfaat untuk menggairahkan ekonomi mikro – sekecil apapun.

Tujuannya: InsyaAllah masuk surga.

Diskusi kami berangkat dengan mengidentifikasi masalah yang ada. Kenapa ya usaha mengangkat dan memajukan industri pariwisata Indonesia yang dilakukan lembaga eksekutif dan regulator kita tidak banyak membuahkan hasil? Atau paling tidak, kenapa usaha mereka tidak banyak kedengeran, bahkan di negeri ini sendiri?

Oooh…mungkin karena saking banyaknya keindahan dan kehebatan negeri ini, kita jadi bingung memilih unique selling proposition…bingung menentukan diferensiasi…bingung menetapkan positioning Indonesia sebagai brand…

Buktinya iklan-iklan pariwisata kita tidak pernah jauh dari gambar-gambar pemandangan nan indah. Buktinya Bali lebih tenar secara parsial karena dia lebih spesifik menjual pantai. Buktinya tagline pariwisata kita kerap berubah-ubah tanpa diikuti kampanye komunikasi yang jelas (2001: Indonesia, just a smile away. 2003: Indonesia, endless beauty of diversity. Belum setahun, dirubah lagi jadi: Indonesia, the color of life. 2004: Indonesia, ultimate in diversity. Entah yang sekarang-sekarang, sudah terlalu banyak yang harus diingat. Bandingkan dengan Malaysia Truly Asia yang didukung kampanye konsisten). Buktinya lagi, kita punya 17.504 pulau dan 9.634 di antaranya belum punya nama (50% lebih!) hehehe. Saking bingungnya.

Eh, sebentar. Kenapa tidak kita tularkan saja kebingungan itu pada dunia? Kenapa tidak kita “jual” saja semua kelebihan dan kekurangan kita apa adanya, lalu kita biarkan dunia yang menilai? Kita biarkan saja para turis itu datang ke Indonesia, lalu tersesat dengan berlimpahnya keindahan negeri ini!

Maka tema kampanye kita kali ini judulnya: GET LOST IN INDONESIA!

Tapi gimana caranya? Apa yang harus dilakukan untuk mengkampanyekan tema ini? Lembaga otoritas yang bekerja penuh waktu saja kerepotan menjalankan kampanye pariwisata, apalagi kami yang cuma berempat? Sebab, memang tidak mudah. Kampanye-kampanye sebelumnya saja, denger-denger, selalu dipenuhi justifikasi tentang kekurangan waktu, kekurangan biaya, kekurangan tenaga…

Kekurangan tenaga? Eh, sebentar. Bukankah kita punya 240 juta penduduk Indonesia? Penduduk sebuah negara terbanyak ke-lima di dunia?

Sekali lagi, 240 juta orang!

Yang 180 juta-nya adalah pengguna ponsel. Yang 40 juta di antaranya adalah pengguna internet. Yang 80% dari pengguna internet itu punya facebook. Yang menjadi negara pengguna Facebook nomer 2 di dunia. Yang jadi pengguna Twitter terbanyak nomer 3 di dunia. Yang, artinya, 240 juta orang dengan hobi berbagi yang amat sangat teramat dahsyat! Yes, we love to share.

Jadi kenapa tidak kita jadikan saja 240 juta orang itu sebagai pekerja kampanye pariwisata kita? Kenapa tidak kita serahkan saja masalah pendanaan, tenaga dan waktu pada mereka?

Maka jadilah, Get Lost in Indonesia sebagai user-generated tourism movement yang dimiliki dan digerakan oleh seluruh rakyat Indonesia!

Caranya?

Pergunakan kamera digital, manual, atau kamera ponsel Anda untuk menangkap apapun yang ada di Indonesia yang Anda pikir menarik. Bisa pemandangan, boleh makanan, bisa Pak Maman yang bekerja mengurut urat keseleo sambil mendendangkan pupuh kinanti, boleh tukang becak yang mengajak Anda berkeliling kota dan karena senang diajak bicara, lalu menolak dibayar. Masing-masing Anda pasti punya pengalaman unik. Cantumkan caption dan deskripsi pada setiap foto.

Lalu upload foto-foto dan cerita tersebut ke www.facebook.com/getlostinindonesia atau ke twitter @getlostisgood atau ke www.GetLostinIndonesia.com (website sedang dikerjakan dan segera tayang, akan kami kabari secepatnya).

Setelah itu?

Anda tentu boleh membantu gerakan ini. Anda boleh mengunggah dan mengunduh foto (dengan etika tentunya). Anda boleh menceritakan gerakan ini kepada siapa pun. Atau berbagi foto-foto yang ada kepada teman-teman Anda di dalam maupun luar negeri. Atau menyimpannya di laptop Anda, siapa tahu teman Anda tertarik lalu bertanya tentang lokasi foto. Atau mencetaknya dan sekedar menempelkannya di toilet rumah Anda agar siapa pun tahu tentang Indonesia. Boleh! Karena ini gerakan milik orang Indonesia.

Anda juga boleh berbincang langsung dengan pengunggah foto tentang lokasi dan memintanya bercerita lebih lanjut. Boleh juga menghubungi pemilik foto siapa tahu Anda bermaksud menggunakannya untuk kepentingan komersil. Boleh, sebab ini gerakan dari dan oleh Anda.

Sebab artinya, gerakan ini akan menyebarluaskan Indonesia secara organik. Juga membantu Indonesia menemukan kehebatan dan keindahan dirinya sendiri (tanpa perlu mengirim petugas untuk mendata, bukan?). Membantu tukang serabi di Gang Sejahtera berpromosi. Membantu UKM-UKM di Indonesia menyampaikan produknya kepada dunia. Membantu para turis menemukan shortcut kepada sumber informasi langsung (bayangkan, turis tak lagi perlu mencari brosur daftar museum, tapi langsung berhubungan dengan komunitas Sahabat Museum, misalnya).

Semoga semakin banyak potensi yang bisa diketemukan. Semoga semakin kencang suara kita didengar dunia. Semoga semakin banyak UKM yang terbantu pemasarannya. Tanpa perlu menunggu kebijakan apapun diputuskan.

Hmm. ..mengeluh atau bergerak. Gimana?

Arya Gumilar

Full-time Indonesian.

Sunday, December 14, 2008

Kalau Death Note ada di Indonesia

 
  


Ini saya dapat dari sebuah forum, bagi beberapa rekan yang tidak mengerti postingan ini bisa melihat referensi mengenai Death Note disini dan disini. Intinya adalah, Death Note merupakan catatan milik Dewa Kematian, setiap nama orang yang ditulis pada Death Note pasti akan mati.