Tuesday, October 26, 2010
Orang bule suka maen pertamaxx juga di postingan...
Saturday, October 16, 2010
A help for your college algebra
Maybe once you ever wondered if you have difficulties in learning linear equations, or maybe you have friends that have some problems to find math answers for their homework. Do not worry, I found a site recently that can help you or your friends to excel in those field, for example college algebra. This site covers various online tutorials for you at any level. For example if you have difficulties in doing Algebra 1 or some homework, you can easily find algebra solver, math problem solver, or even some tools like square root calculator here. Not only you can find some free sample questions for your practice, you can also have online private tutoring session with professional tutor at an affordable price.
By joining this online tutor, all you need is a broadband internet connection. You don’t have to install anything to join the tutor. Don’t worry if there are some things you don’t understand while tutoring, hey this is an interactive tutor anyway, just ask and you will have your answer right away :) I didn’t recommend using this service provided by TutorVista as the primary source of education, but TutorVista can give you additional value if you use their service. Apart from that, since it is managed by professional and experienced people, you can assure that you will have good hands to help you.
By joining this online tutor, all you need is a broadband internet connection. You don’t have to install anything to join the tutor. Don’t worry if there are some things you don’t understand while tutoring, hey this is an interactive tutor anyway, just ask and you will have your answer right away :) I didn’t recommend using this service provided by TutorVista as the primary source of education, but TutorVista can give you additional value if you use their service. Apart from that, since it is managed by professional and experienced people, you can assure that you will have good hands to help you.
Friday, October 8, 2010
KOSMOSARYA: Get Lost!
Artikel ini saya dapat dari blog Mas Arya, semoga bisa memberi inspirasi bagi kita yang masih bangga sebagai bangsa Indonesia :) Enjoy...
Ah, sudahlah.
Mendengar keluhan-keluhan tentang Indonesia membuat saya letih. Tapi mendapati kehebatan dan kelebihan negeri ini juga ternyata lebih melelahkan.
Sebuah bangsa yang katanya besar. Negeri yang diciptakan Tuhan sambil tersenyum. Zamrud khatulistiwa yang terbentang sepanjang 3.977 mil antara Samudera Hindia dan Pasifik. Yang konon memiliki daratan sepanjang 1.922.570 km², dengan 3.257.483 km² panjang perairan, 95.181 km garis pantai, punya 17.504 pulau, lebih dari 53 gunung, 500 lebih suku, 742 bahasa daerah, lebih dari 300.000 spesies liar, 515 jenis mamalia dan 1.539 jenis burung, bahkan dari semua jenis ikan yang ada di dunia 45%-nya ada di Indonesia, dan tentu saja 240 juta penduduk.
Tapi kenapa begitu sulit “menjual” bangsa ini? Kenapa tidak bisa kita leluasa menikmatinya? Kenapa begitu susah menjadi orang senang di sini? Dan kenapa begitu senang kita jadi orang susah?
Sewaktu Malaysia mengakui batik dan tari pendet sebagai kebudayaannya, kita semua kebakaran jenggot. Lalu terbirit-birit mematenkan. Tapi kok saya pesimis, tidak banyak yang rakyat kita bisa dapatkan dari usaha itu. Paten ya tinggal paten. Pengakuan di atas kertas. Dan tidak signifikan mengurangi antrian pembagian zakat.
Jika Malaysia memroduksi batik berkualitas secara masif – lalu cukup menyantumkan tulisan Batik Indonesia pada labelnya – yang makmur yaa tetap rakyat Malaysia. Para pengusahanya, pekerjanya, distributornya, reseller-nya, penjual kain dasarnya, produsen lilinnya, produsen pewarnanya, perusahaan listrik dan airnya, mbak-mbak penjaga tokonya.
Kalau negara tetangga membuat pertunjukan Tari Pendet di festival pariwisata mereka, tentu saja nama Indonesia ada tertera kecil-kecil di brosur meja depan. Tapi yang kebagian rezeki yaa tetap panitianya, pemerintahnya, pemilik toko cenderamatanya, penjaga parkirnya, tukang kacang rebusnya, calo karcisnya – kalau ada hehe. Pendapatan mereka bertambah, tapi kita tidak. Karena rakyat kita tidak kebagian royalty sepersen pun.
Kenyataan ini yang membuat saya letih. Bahwa kita tidak bisa berbuat banyak atas itu.
Maka pada satu malam, saya brainstorming bersama 3 orang rekan. Di tempat nongkrong yang biasa, minum kopi yang biasa, situasi yang biasa. Yang tidak biasa cuma aturannya: kita berempat tidak boleh mengeluh.
Temanya: bagaimana memasarkan Indonesia. Lalu bagaimana menjadikannya bermanfaat untuk menggairahkan ekonomi mikro – sekecil apapun.
Tujuannya: InsyaAllah masuk surga.
Diskusi kami berangkat dengan mengidentifikasi masalah yang ada. Kenapa ya usaha mengangkat dan memajukan industri pariwisata Indonesia yang dilakukan lembaga eksekutif dan regulator kita tidak banyak membuahkan hasil? Atau paling tidak, kenapa usaha mereka tidak banyak kedengeran, bahkan di negeri ini sendiri?
Oooh…mungkin karena saking banyaknya keindahan dan kehebatan negeri ini, kita jadi bingung memilih unique selling proposition…bingung menentukan diferensiasi…bingung menetapkan positioning Indonesia sebagai brand…
Buktinya iklan-iklan pariwisata kita tidak pernah jauh dari gambar-gambar pemandangan nan indah. Buktinya Bali lebih tenar secara parsial karena dia lebih spesifik menjual pantai. Buktinya tagline pariwisata kita kerap berubah-ubah tanpa diikuti kampanye komunikasi yang jelas (2001: Indonesia, just a smile away. 2003: Indonesia, endless beauty of diversity. Belum setahun, dirubah lagi jadi: Indonesia, the color of life. 2004: Indonesia, ultimate in diversity. Entah yang sekarang-sekarang, sudah terlalu banyak yang harus diingat. Bandingkan dengan Malaysia Truly Asia yang didukung kampanye konsisten). Buktinya lagi, kita punya 17.504 pulau dan 9.634 di antaranya belum punya nama (50% lebih!) hehehe. Saking bingungnya.
Eh, sebentar. Kenapa tidak kita tularkan saja kebingungan itu pada dunia? Kenapa tidak kita “jual” saja semua kelebihan dan kekurangan kita apa adanya, lalu kita biarkan dunia yang menilai? Kita biarkan saja para turis itu datang ke Indonesia, lalu tersesat dengan berlimpahnya keindahan negeri ini!
Maka tema kampanye kita kali ini judulnya: GET LOST IN INDONESIA!
Tapi gimana caranya? Apa yang harus dilakukan untuk mengkampanyekan tema ini? Lembaga otoritas yang bekerja penuh waktu saja kerepotan menjalankan kampanye pariwisata, apalagi kami yang cuma berempat? Sebab, memang tidak mudah. Kampanye-kampanye sebelumnya saja, denger-denger, selalu dipenuhi justifikasi tentang kekurangan waktu, kekurangan biaya, kekurangan tenaga…
Kekurangan tenaga? Eh, sebentar. Bukankah kita punya 240 juta penduduk Indonesia? Penduduk sebuah negara terbanyak ke-lima di dunia?
Sekali lagi, 240 juta orang!
Yang 180 juta-nya adalah pengguna ponsel. Yang 40 juta di antaranya adalah pengguna internet. Yang 80% dari pengguna internet itu punya facebook. Yang menjadi negara pengguna Facebook nomer 2 di dunia. Yang jadi pengguna Twitter terbanyak nomer 3 di dunia. Yang, artinya, 240 juta orang dengan hobi berbagi yang amat sangat teramat dahsyat! Yes, we love to share.
Jadi kenapa tidak kita jadikan saja 240 juta orang itu sebagai pekerja kampanye pariwisata kita? Kenapa tidak kita serahkan saja masalah pendanaan, tenaga dan waktu pada mereka?
Maka jadilah, Get Lost in Indonesia sebagai user-generated tourism movement yang dimiliki dan digerakan oleh seluruh rakyat Indonesia!
Caranya?
Pergunakan kamera digital, manual, atau kamera ponsel Anda untuk menangkap apapun yang ada di Indonesia yang Anda pikir menarik. Bisa pemandangan, boleh makanan, bisa Pak Maman yang bekerja mengurut urat keseleo sambil mendendangkan pupuh kinanti, boleh tukang becak yang mengajak Anda berkeliling kota dan karena senang diajak bicara, lalu menolak dibayar. Masing-masing Anda pasti punya pengalaman unik. Cantumkan caption dan deskripsi pada setiap foto.
Lalu upload foto-foto dan cerita tersebut ke www.facebook.com/getlostinindonesia atau ke twitter @getlostisgood atau ke www.GetLostinIndonesia.com (website sedang dikerjakan dan segera tayang, akan kami kabari secepatnya).
Setelah itu?
Anda tentu boleh membantu gerakan ini. Anda boleh mengunggah dan mengunduh foto (dengan etika tentunya). Anda boleh menceritakan gerakan ini kepada siapa pun. Atau berbagi foto-foto yang ada kepada teman-teman Anda di dalam maupun luar negeri. Atau menyimpannya di laptop Anda, siapa tahu teman Anda tertarik lalu bertanya tentang lokasi foto. Atau mencetaknya dan sekedar menempelkannya di toilet rumah Anda agar siapa pun tahu tentang Indonesia. Boleh! Karena ini gerakan milik orang Indonesia.
Anda juga boleh berbincang langsung dengan pengunggah foto tentang lokasi dan memintanya bercerita lebih lanjut. Boleh juga menghubungi pemilik foto siapa tahu Anda bermaksud menggunakannya untuk kepentingan komersil. Boleh, sebab ini gerakan dari dan oleh Anda.
Sebab artinya, gerakan ini akan menyebarluaskan Indonesia secara organik. Juga membantu Indonesia menemukan kehebatan dan keindahan dirinya sendiri (tanpa perlu mengirim petugas untuk mendata, bukan?). Membantu tukang serabi di Gang Sejahtera berpromosi. Membantu UKM-UKM di Indonesia menyampaikan produknya kepada dunia. Membantu para turis menemukan shortcut kepada sumber informasi langsung (bayangkan, turis tak lagi perlu mencari brosur daftar museum, tapi langsung berhubungan dengan komunitas Sahabat Museum, misalnya).
Semoga semakin banyak potensi yang bisa diketemukan. Semoga semakin kencang suara kita didengar dunia. Semoga semakin banyak UKM yang terbantu pemasarannya. Tanpa perlu menunggu kebijakan apapun diputuskan.
Hmm. ..mengeluh atau bergerak. Gimana?
Arya Gumilar
Full-time Indonesian.
Wednesday, September 22, 2010
Manage your money guys! :)
Cuma mau sekedar berbagi aja, semoga memberi inspirasi, maap bahasanya campur-campur yang penting ngerti lah hehehe… :D
Ya tentu saja kita punya hak untuk melakukan apapun dengan uang yang kita miliki. Tapi hidup kita bukan cuma untuk saat ini aja, masih banyak hal yang kita inginkan, misalnya mau beli mobil (Honda CR-Z atau Chevy ‘Bumblebee’ Camaro misalnya :p), kamera DSLR dan anak-anaknya (baca: lensanya), lanjut studi S2-S3-S4-S5, beli rumah 10 lantai, berkeluarga, punya anak, de el el. Lha… kalo maunya banyak gitu, logisnya sih something must be done with our money today so that we can achieve what we want to have in the future. The answer to that, adalah dengan ngatur keuangan pribadi kita. Some of us might not be too happy to hear that (saya akui saya juga agak berat kalau ngedenger kata ‘mengatur keuangan pribadi’). Yah, sebagai karyawan kecil *yang gajinya juga bukan miliaran rupiah per bulan*, opsi manajemen keuangan ini jadi salah satu langkah yang bisa kita terapkan untuk mencapai yang namanya kebebasan finansial (cara lainnya mungkin bisa dengan cari pekerjaan yang gajinya ga bikin kita pusing tiap bulan atau nikah sama anak orang kaya yang harta orang tuanya ga akan habis tujuh belas turunan).
Sebenarnya banyak hal dan langkah yang bisa dilakukan untuk mulai mengatur keuangan kita, yang paling penting dari semua hal itu adalah tekad dan keinginan untuk menjalankannya secara konsisten. Yah jujur saja, saya juga masih kalah dalam hal disiplin melakukan ini, tapi everybody needs their own time to learn a new habit. Orang yang mendapat sesuatu melalui kerja keras biasanya akan lebih menghargai hasil dari jerih lelahnya. Sooo… let’s manage our money, for a better life and a better future :)
Di era modern sekarang ini, setiap orang dalam hidup ini pasti butuh apa yang disebut sebagai uang. Pada umumnya kita pasti butuh uang untuk menjalani hidup di dunia yang tidak bersahabat ini *halah*, bahkan ga sedikit juga orang yang malah jadi terobsesi sama uang. Terlepas dari hal itu, mungkin sebagian dari kita juga baru lulus dari kuliah dan sedang menjalani pekerjaan pertama kita. Kita yang dulu merupakan seseorang yang selalu dapet pasokan dana dari orangtua, sekarang udah punya penghasilan sendiri dan mulai hidup mandiri tanpa bergantung dari orangtua. Lalu apa dong yang harus dilakukan dengan uang hasil jerih lelah kita ini?
I own my money and I have rights to do whatever I want with it!
Ya tentu saja kita punya hak untuk melakukan apapun dengan uang yang kita miliki. Tapi hidup kita bukan cuma untuk saat ini aja, masih banyak hal yang kita inginkan, misalnya mau beli mobil (Honda CR-Z atau Chevy ‘Bumblebee’ Camaro misalnya :p), kamera DSLR dan anak-anaknya (baca: lensanya), lanjut studi S2-S3-S4-S5, beli rumah 10 lantai, berkeluarga, punya anak, de el el. Lha… kalo maunya banyak gitu, logisnya sih something must be done with our money today so that we can achieve what we want to have in the future. The answer to that, adalah dengan ngatur keuangan pribadi kita. Some of us might not be too happy to hear that (saya akui saya juga agak berat kalau ngedenger kata ‘mengatur keuangan pribadi’). Yah, sebagai karyawan kecil *yang gajinya juga bukan miliaran rupiah per bulan*, opsi manajemen keuangan ini jadi salah satu langkah yang bisa kita terapkan untuk mencapai yang namanya kebebasan finansial (cara lainnya mungkin bisa dengan cari pekerjaan yang gajinya ga bikin kita pusing tiap bulan atau nikah sama anak orang kaya yang harta orang tuanya ga akan habis tujuh How to start? What should I know?
Financial knowledge and financial education sebenernya bisa dibilang hal yang cukup wajar di luar negri antah berantah sana, cukup banyak lembaga profit, non-profit, institusi pemerintah, dan perorangan yang memberikan edukasi mengenai pentingnya merencanakan keuangan, sementara di Indonesia kalau dibandingkan jumlahnya masih terbatas. Tapi menurut saya hal yang paling mendasar untuk mulai peduli mengenai keuangan kita adalah dengan memiliki pola pikir “needs vs. wants” (kebutuhan vs. keinginan). Yang namanya manusia jarang puas dengan apa yang sudah dimilikinya, dan terkadang tanpa kita sadari penghasilan kita sebagian besar malah dihabiskan oleh keinginan-keinginan kita.
Bukannya tidak boleh kalau punya keinginan makan enak di restoran yang mahal, atau jalan-jalan ke luar negri, atau beli barang-barang yang jadi hobi kita, tapi alangkah bijaknya kalau kita mulai melakukan budgeting untuk hal-hal tersebut. Dengan melakukan budgeting kita bisa tahu pos pengeluaran mana yang cukup giat menggerogoti penghasilan kita tiap bulan, apakah hal itu merupakan kebutuhan atau cuma memenuhi keinginan semata, dan jika hanya untuk memenuhi keinginan kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi pengeluaran dalam hal itu. Pisahkan hal-hal yang menjadi kebutuhan dan kewajiban kita dengan hal-hal yang sifatnya memenuhi keinginan kita saja. Buatlah rencana pengeluaran untuk sebulan dan coba jalankan itu dengan baik.
Menabung juga kadang jadi hal yang terlupakan bagi masing-masing kita. Setelah kita bisa mengatur pengeluaran kita melalui budgeting, mulailah untuk menabung sedikit demi sedikit. Siapkanlah dana darurat di tabungan kita (misalnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan). Tidak ada patokan pasti berapa jumlah minimum dan maksimum yang harus kita tabung, tapi mulailah dari hal yang kecil namun konsisten menjalankannya tiap bulan.
Sebenarnya banyak hal dan langkah yang bisa dilakukan untuk mulai mengatur keuangan kita, yang paling penting dari semua hal itu adalah tekad dan keinginan untuk menjalankannya secara konsisten. Yah jujur saja, saya juga masih kalah dalam hal disiplin melakukan ini, tapi everybody needs their own time to learn a new habit. Orang yang mendapat sesuatu melalui kerja keras biasanya akan lebih menghargai hasil dari jerih lelahnya. Sooo… let’s manage our money, for a better life and a better future :)Bahan bacaan lain:
http://www.understandingmoney.gov.au (ada pdf handbook yg bisa didownload)
dll (masih banyak buku, web, dan blog perorangan yang membahas mengenai hal ini menunggu untuk ditemukan hehehe)
Subscribe to:
Posts (Atom)
