Pages

Showing posts with label inspirational. Show all posts
Showing posts with label inspirational. Show all posts

Saturday, January 14, 2012

Hidup...

"Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."
Belakangan ini gw kepikiran lagi tentang hidup. Minggu kemarin istri temen kantor gw kecelakaan motor. Suatu kecelakaan yang menurut gw mustahil, tapi ternyata berakibat fatal. Istri temen gw itu mengalami pendarahan otak. Sementara adik temen gw yang bonceng istrinya dan motornya baik-baik aja. Gw sempet jenguk hari Jumat minggu kemarin, rupanya udah dioperasi dan kondisinya distabilkan sama dokter untuk recovery. Gw jujur aja ga bisa banyak ngomong, karena gw tau gw gak akan bisa ngerasain apa yang temen gw rasain saat itu. Benar-benar hopeless, ga bisa melakukan apapun selain menunggu sebuah keajaiban.

Hari Rabu minggu ini waktu gw baru sampe kantor, gw kembali dikejutkan kabar kalo ternyata dokter udah vonis istrinya mati batang otak. Gw pikir, what? That small hope for recovery bahkan sekarang udah sirna karena dokter udah vonis seperti itu. Keadaan istrinya juga cuma bergantung sama mesin untuk menopang dia hidup. Sampai akhirnya kemarin, Jumat sore istrinya berpulang. Kemudian gw selalu mikir, kenapa sih kok bisa kejadian kaya gitu? why God? why? Gw turut bersimpati buat kehilangan temen gw itu.

Lalu gimana dengan hidup kita? Walau masih muda tapi gak ada jaminan sama sekali kita bakal hidup lama di dunia ini loh. Desember kemarin ada temen ulang tahun, masih muda juga, early twenty lah.. kebetulan gw sempet ngobrol-ngobrol sama dia. Dia happy dengan hidup dia sampe sekarang, tapi ada sesuatu yang kurang karena dia sendiri merasa hidupnya ya cuma begitu-begitu aja, belum melakukan sesuatu yang berguna dan punya dampak buat lingkungannya. Wow, semuda itu dan udah mikir seperti itu, gak seperti kebanyakan orang muda sekarang yang lebih memilih "senang-senang mumpung masih muda". Dia pengen banget hidup dia bisa memberi dampak buat lingkungan di sekitarnya. In my heart, if this is what she really wants from her heart, I will support her. Satu orang yang berbuat sesuatu yang baik dan manis buat lingkungannya, akan memberi dampak bagi setiap jiwa yang disentuhnya.

Kalo kamu gimana? Hidup kamu tuh kaya gimana sih sekarang? Apa sih impact kehadiran kamu buat lingkungan di sekitar kamu? Gimana cara kamu tau kalo kehadiran kamu itu berdampak buat lingkungan kamu? Simple aja kok, misalnya di tempat kerja/kuliah... Kalo kamu gak masuk kantor/kuliah sehari aja.. kira-kira ada yang cariin kamu gak? Ada yang sms tanyain kaga? Atau semua berjalan normal, ada atau gak adanya kamu itu bukan sesuatu yang penting buat mereka?
Hidup ini singkat, hidup ini rapuh. Bagaimana kamu menghargai hidup yang kamu jalanin ini? Coba deh mulai dengan bersyukur buat apa yang ada di hidupmu sekarang. Ucapin terima kasih buat orang-orang yang udah hadir dalam hidup kamu, bahkan untuk hal-hal yang kecil dan keliatannya gak penting. Coba deh ubah cara pandang kamu dalam menjalani hidup. Our life time in this world is ticking, every hour, every minute, every second.. until it stops one day and we leave this world. Are you ready to leave this world?

Inspirasi:
- Hidup = Uap Mie Pangsit

cheers,
signature

Thursday, January 5, 2012

Law of Sacrifice

Mendokumentasikan dan menulis ulang kumpulan twit yang lampau :) Enjoy and be inspired...




Hari ini mau berbagi soal sacrifice/pengorbanan. Pengorbanan identik dengan aksi tanpa pamrih demi orang lain. Padahal pengorbanan itu nggak murni sikap altruistik semata (altruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri).

Definisi sacrifice menurut American Heritage Dictionary adalah “To forfeit something for something else considered to have a greater value”. Dari definisi itu, pengorbanan biasanya kita lakukan untuk sesuatu yang kita percaya memiliki nilai jauh lebih berharga dari apa yang kita korbankan, ada nilai unselfishness (tidak egois) disitu. Seorang ayah yang berkorban demi keluarganya berarti menempatkan keluarganya jauh lebih berharga daripada dirinya sendiri.

Ada yg mendefinisikan "law of sacrifice" berbunyi kita nggak akan bisa mendapatkan sesuatu yang bernilai tanpa mengorbankan hal lainnya (yang kita anggap kurang bernilai). Tapi namanya juga manusia, kadang kita nggak mau mengorbankan sesuatu untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya. Istilahnya, kalo bisa nggak keluar duit/usaha keras why not? Dan itu yang ditawarkan dunia sekarang. Maksudnya apa?

Misalnya kita sering denger slogan langsing tanpa perlu olahraga, kaya tanpa perlu kerja keras, dll. Menurut law of sacrifice, penawaran itu cuma omong kosong, harus ada harga yang dibayar untuk dapat hasil tersebut. Tentu bisa aja kita beruntung dan dapet undian 100 jt tanpa harus usaha/kerja (pure luck atau kemungkinannya kecil). Tapi apa nilainya 100 jt yang gampangan begitu dibanding dengan 100 jt hasil kerja keras? Biasanya kita akan kurang appreciate dengan segala sesuatu yang mudah kita dapatkan. Yes, we take it for granted.

Inilah yang mau ditunjukkan oleh law of sacrifice. Pengorbanan bukan hanya membawa kita hanya pada suatu tujuan yang lebih baik, tapi juga membentuk diri kita selama prosesnya. Kenapa law of sacrifice penting? Karena kalo kita mau maju, kita perlu untuk melepaskan (baca: mengorbankan) beberapa hal, klo nggak.. kita akan sulit maju. Orang yang berpendapat bisa mendapatkan keinginannya tanpa perlu pengorbanan malah sulit untuk maju dengan efektif, karena masih memegang banyak hal sekaligus di tangannya.
When you believe you can have whatever you want without giving up anything in return, you can never fully embrace and enjoy your choices. You must embrace the fact that there are trade-offs in life and that you can’t have one thing without giving up another.

Kalo kita ternyata nggak happy sama pilihan kita, itu berarti karena kita memilih hal yang kurang penting bagi diri kita (salah pilih prioritas). Kita yang menentukan sendiri value apa yang penting bagi kita, itulah yang jadi patokan untuk memilih apa yang terpenting dalam hidup. Misalnya kalo kita nilai ujiannya nggak bagus, bisa jadi karena kita menghargai waktu kumpul sama temen-temen kita lebih tinggi daripada nilai ujian kita. Sehingga akhirnya kita bukan lagi bertanya "Apa yang akan saya lakukan untuk mencapai keinginan saya?" tapi "Apa yang dapat saya korbankan untuk mencapai keinginan saya?". Mau pinter? Korbankan waktu maen, ya terus belajar lah. Mau sehat? Korbankan gaya hidup yang buruk (rokok, miras, drugs) dan jadilah sehat.

Taken and rewritten from the #TheArtOfManliness


Other resources:
- The Law of Sacrifice, from John Maxwell book
- The Success Sacrifice (picture also taken from here)


cheers,
signature

Wednesday, March 16, 2011

Earth Hour 2011

Earth Hour - Logo

Mungkin ga banyak orang tau dan sadar kalau Sabtu, 26 Maret 2011 ini ada Earth Hour. Earth Hour merupakan event yang diadakan oleh WWF (World Wildlife Fund/World Wide Fund for Nature, itu looh yang logonya Panda yang imut-imut hehehe). Event ini dimulai pada tahun 2007 di Sydney saat lebih dari 2,2 juta orang menyatakan sikap menghadapi perubahan iklim dengan cara mematikan lampu secara bersamaan selama satu jam. Dan pada tahun berikutnya, event ini telah menjadi event global yang diikuti oleh lebih dari 35 negara.
Biasanya event tahunan ini diadakan pada minggu terakhir bulan Maret setiap tahunnya, dan tak dirasa ternyata minggu depan adalah minggu terakhir bulan Maret. Yuk, mari berpartisipasi dengan mematikan lampu selama satu jam saja dari pukul 20.30 - 21.30 (waktu lokal masing-masing daerah). Bayangkan kalau banyak orang berpartisipasi, keadaan pasti akan gelap gulita, dan siapa tau, bintang yang biasanya tidak terlihat akan bermunculan di langit yang gelap :) Nice isn't it? Kita tunggu saja nanti laporan foto-foto dari Earth Hour yang akan berlangsung.
Save our Earth, let's join Earth Hour! Matikan lampu satu jam bersama dengan orang-orang lainnya di seluruh dunia dan jadilah agen perubahan, demi Bumi dan masa depan yang lebih baik :) Lalu bagaimana setelah Earth Hour berlalu? Seperti slogan Earth Hour Indonesia, "Setelah 1 Jam, Jadikan Gaya Hidup".

Earth Hour International
Earth Hour Indonesia

cheers,
signature

Sunday, March 6, 2011

Push Up

Artikel repost dari sini. Semoga bisa jadi berkat buat yang membaca. Happy Sunday...

Ada seorang Profesor mata kuliah Religi yang bernama Dr.Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. Dr. Christianson mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. Sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.

Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Steve seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas professor itu.

Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. "Berapa push up yang bisa kamu lakukan?" Steve menjawab, "Saya melakukan sekitar 200 setiap malam." "200? Lumayan itu, Steve," Dr. Christianson melanjutkan. "Apakah kamu dapat melakukan 300?" Steve menjawab, "Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus." "Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? " tanya Dr.Christianson. "Ok, saya bisa coba," jawab Steve.

"Saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi to talnya 300. Dapatkah kamu melakukannya? " tanya sang profesor. Steve menjawab, "Baiklah, saya pikir saya bisa. Ok, saya akan melakukannya. " Dr Christianson berkata, "Bagus sekali! Saya memerlukan Anda untuk melakukannya Jumat ini." Dr Christianson menjelaskan kepada Steve apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.

Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donut. Bukan donut yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di tengah-tengah. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donut ini?" Cynthia menjawab, "Ya". Dr. Christianson lalu berpaling kepada Steve, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donut ini?" "Tentu saja!" Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donut di meja Cynthia.

Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah kamu mau suatu donut?" Joe berkata, "Ya.." Dr. Christianson bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donutnya?"

Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donutnya. Begitulah selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donut mereka. Di baris yang kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita.

Saat profesor bertanya, "Scott apakah kamu mau donut?" Jawaban Scott adalah, "Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?" Dr. Christianson berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya. " Lalu Scott berkata, "Kalau begitu, saya tidak mau donutnya." Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donut yang tidak ia kehendaki?" Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, "HEI! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya! " Dr Christianson berkata, "Lihat di sini! Ini kelas saya dan semuanya ini donut saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya. " Ia lalu menempatkan satu donut di atas meja Scott.

Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga. Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr Christianson bertanya kepada Jenny, "Jenny, apakah kamu mengingikan donut ini?" Dengan tegas Jenny menjawab, "Tidak." Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?"

Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donut. Ruang sudah mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai berkata,"Tidak! " dan semua donut dibiarkan di atas meja tanpa ada yang memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donut itu. Lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.Dr Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donut karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push upnya.

Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr. Christianson, "Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?" Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata, "Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau." Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, "JANGAN! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!" Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Steve mengangkat kepalanya dan berkata, "Tidak, biarkan dia masuk."

Professor Christianson berkata, "Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?"

Steve berkata, "Ya, biarkan dia masuk. Berikan donut kepadanya." Dr.Christianson berkata, "Ok Steve. Jason, kamu mau donut?" Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, "Ya, tentu saja, berikan saya donut."

Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donut. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga.

Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.

Dr. Christianson pergi ke Linda, "Linda, apakah kamu mau donut?" Linda dengan sedih berkata, "Tidak, terima kasih"

Professor Christianson dengan perlahan bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donut yang tidak ia mau?" Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk Linda. Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir,Susan. "Susan, kamu mau donut ini?" Susan dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menangis. "Dr Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya? "

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donut itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau tidak. Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standar.. Steve memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donut?" Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara to tal, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata, "Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, ia telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia menyerahkan semuanya. Dan seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak di antara kita yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah."

Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia.
"Engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia," kata professor dan ia menambahkan, "Tidak semua khotbah disampaikan dengan kata-kata."
Berpaling kepada kelas, profesor berkata, "Harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Yesus Kristus. Allah tidak menyayangkan Putra Tunggal-Nya, tetapi menyerahkan-Nya untuk kita. Entah kita memilih untuk menerima ataupun menolak karunia-Nya, satu hal yang pasti: harganya sudah lunas dibayar."

"Apakah kita akan menjadi orang yang bodoh dan yang tidak bersyukur dengan meninggalkan hadiah itu di atas meja?"

cheers,
signature

Sunday, November 16, 2008

It's me... Hannie : Nice Story - Push Up

A story I personally would like to share to everyone (ngelink dari blog mbak hannie :) nice)

It's me... Hannie : Nice Story - Push Up